Rabu, 30 Juli 2014
   HOME   PRODUK PERUNDANGAN   PROFIL      KONTAK KAMI    BUKU TAMU    GALERI   LINK TERKAIT    SITEMAP   






Kemenag Kalteng Jangan Jadi Penyebab Gagalnya WTP

Foto

PALANGKARAYA-(Humas)Perolehan opini laporan keuangan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2011 ini sudah lama menjadi impian Kementerian Agama.
Untuk mewujudkan itu, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Agama menurunkan tim untuk melakukan pendampingan ke seluruh satuan kerja (saker) Kemenag di wilayah Indonesia yang berjumlah sekitar 4.381.
Kemenag Kalteng dengan jumlah satker 87 ditambah 3 satker perguruan tinggi yakni STAIN, STAHN dan STAKN menjadi salah satu daerah prioritas pendampingan tim Irjen tersebut. Hal ini karena Kalteng merupakan salah satu daerah yang menjadi sampel penilaian oleh BPK RI pada tahun 2011 ini.
"Jangan sampai Satker di Kemenag Kalteng menjadi penyubang gagalnya pencapaian target WTP tahun ini. Karena itu manfaatkan tim pendampingan yang kami kirimkan untuk membantu memperbaiki pelaporan keuangan di satker saudara," ucap Direktur Irjen Kemenag RI, Dr. H. Munzdir Suparta saat acara pembinaan pegawai sekaligus penandatangan pakta integritas bagi para pimpinan satker di Kemenag Kalteng pertengahan Oktober kemarin.
Diakui pejabat eselon I itu, Kementerian Agama memang memiliki jumlah satker yang cukup banyak, namun demikian bukan berarti Kemenag tidak bisa meraih opini WTP dari BPK RI.
"Ini adalah tugas berat karena itu perlu keseriusan dan kerja keras kita bersama mewujudkan target tersebut, kita harus yakin bahwa kita bisa," ucapnya seraya menyebutkan keberhasilan Kemenag meningkatkan laporan keuangan dari disclaimer menjadi wajar dengan pengecualian (DWP) sebagai salah satu bukti bahwa aparatur Kemenag juga bisa.
Diakui H. Munzdir dibeberapa satker masih ditemuai adanya masalah, namun secara keseluruhan kinerjannya sudah semakin membaik. Karena itu semua pimpinan satker harus terus proaktif menindaklanjuti rekomendasi laporan hasil pemeriksaan BPK RI dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kinerja dilingkungannya.
"Semua rekomendasi LHP BPK RI harus sudah diselesaikan oleh tiap-tiap satker, termasuk menertibkan rekening liar yang tidak mendapat izin dari Kementerian Keuangan," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Irjen juga mengingatkan agar setiap Satker betul-betul dapat berkoordinasi dengan Irjen untuk dapat mengurangi kelemahan-kelemahan pelaporan keuangan yang akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
"Prinsip yang harus selalu dipegang dalam pelaksanaan keuangan adalah harus selalu normatif dan jangan berijtihad serta kreatif yang justru keluar dari aturan. ijtihad dan kreatifitas yang keluar aturan tidak berlaku dalam pelaksanaan keuangan, karena yang baik itu belum tentu benar, dan yang benar itu juga belum tentu baik," ucapnya seraya mengingatkan semua satker juga diminta untuk betul-betul melayani Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dengan sebaik-baiknya.
Diakhir pembicaraannya, H Munzdir juga mengungkapkan bahwa pencapaian opini WTP tersebut hanyalah merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga negara atau dengan kata lain hanyalah tujuan jangka pendek. Untuk jangka panjangnya adalah kepuasan publik (umat) terhadap pelayanan yang diberikan aparatur Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalteng, Drs H Djawahir Tanthowi MM dalam sambutan mengatakan, Kemenag Kalteng sangat menyambut baik kehadiran tim pendampingan dari Irjen Kemenag RI.
Kakanwil berharap kehadiran tim pendampingan dan kegiatan pembinaan pegawai oleh Direktur Irjen, Dr. H. Munzdir Suparta tersebut dapat memberi penyegaran kepada seluruh pegawai Kemenag Kalteng untuk meningkatkan kinerja dalam merealisasikan tupoksinya sebagai PNS. (fauzi)

Diupload oleh Rahmat Fauzi (-) dalam kategori Subbag Ortala & Kepegawaian pada tanggal 21-10-2011 00:00

Berita Terkait
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.005993 detik